Seminar Intelligence Tramsportation System 2015


Sempat ikutan sharing – sharing dengan rekan2 dosen dan mahasiswa Universitas Telkom tahun 2015 lalu mengenai Intelligence Transportation System (ITS), sebagai salah satu konsep teknologi untuk mewujudkan Smart Transportation. Sebenarnya sudah saya bahas juga ke dalam satu bab khusus pada buku pertama saya (Smart City). Acaranya bernama Transpology.

 

Posternya ada di sini :

Seminar Intelligent Transportatiion System 2015

Seminar Intelligent Transportatiion System 2015

 

Slidenya saya lupa naruh di mana, tapi di sini sih masih ada😀

Btw, bagi rekan2 mahasiswa/i, dosen, guru, siswa/i. maupun instansi pemerintahan, swasta, dan komunitas, jika ingin mengajak saya sharing2 dalam bentuk seminar, hubungi saja di 085738336989 (sms/telp/WA/Line/Telegram). Apabila tidak bentrok dengan kesibukan saya, tentu saya dengan senang hati membantu.:)

Seminar Smart City Bandung 2014


2014 lalu, pernah diundang menjadi pembicara utama pada seminar Smart City yang diadakan oleh Pemkot Bandung bekerja sama dengan Universitas Langlang Buana Bandung, Kominfo RI, dan IDSIRTII, juga pihak – pihak lain. Kebetulan pula saat itu buku pertama saya (Smart City) baru saja rilis.

 

Topik seminar ini tidak hanya membahas Smart City semata, tapi juga upaya untuk mengamankan data – data penting, terkait dengan implementasi Smart City. Itu sebabnya, selain saya, diundang pula sejumlah pihak lainnya sebagai pembicara, sesuai dengan bidangnya masing – masing.

 

Berikut jadwal yang diberikan oleh adik – adik panitia saat itu. Saya langsung mengisi seminar setelah dibuka oleh Bapak Ridwan Kamil (Walikota Bandung)  :

Jadwal seminar

Jadwal seminar

 

Dan ini posternya (yang diberikan oleh adik – adik panitia juga)  :

Poster seminar Smart City Bandung 2014

Poster seminar Smart City Bandung 2014

 

Slide telah saya letakkan di Slideshare untuk dapat dibaca dan diunduh bebas oleh siapapun.

Kuliah Umum Universitas Telkom 2014


Sempat diundang oleh almamater saya saat s1 yaitu Universitas Telkom (dulu : Sekolah Tinggi Teknologi Telkom/Institut Teknologi Telkom) di pertengahan tahun 2014 lalu, terkait dengan tiga materi : Smart City, Internet Of Things (IOT), dan Over The Top (OTT). Materi – materi ini sudah saya sampaikan di buku – buku saya. Silahkan disimak di sini atau di sini.

 

Untuk slide sudah saya taruh di sini, atau langsung saja ambil di bawah ini :

Slide materi Internet Of Things (IOT)

Slide materi Over The Top (OTT)

Slide materi Smart City

 

Btw, bagi rekan2 mahasiswa/i, dosen, guru, siswa/i. maupun instansi pemerintahan, swasta, dan komunitas, jika ingin mengajak saya sharing2 dalam bentuk seminar, hubungi saja di 085738336989 (sms/telp/WA/Line/Telegram). Apabila tidak bentrok dengan kesibukan saya, tentu saya dengan senang hati membantu.:)

3346 : Simpel Tapi Pas


BNI Blogging Competition 70 Tahun BNI
#70TahunBNI

Tema Penulisan : Pengalaman Bersama BNI.

Tema Tulisan : Kali Pertama Memilih BNI Dalam Berbank.

Simpel tapi pas. Ya, judul di atas tidak mengada – ada, apalagi jika dikaitkan dengan lomba ini. Kebetulan saja saya memperoleh informasi lomba ini melalui E-Mail dari pihak BNI, ditambah kebetulan juga saya memiliki pengalaman berkesan terhadap layanan dari BNI dan pengalaman pertama saya menjadi nasabah BNI. Kebetulan yang terakhir, saya juga suka menulis, baik di blog, web, hingga buku.:)

Kembali ke judul, 3346 : Simpel Tapi Pas. Judul ini saya maksudkan untuk salah satu layanan SMS Banking yang diberikan oleh BNI kepada nasabahnya melalui 4 nomor digit, yaitu 3346. Setiap ada uang yang masuk ke rekening BNI saya, pasti akan diberi tahukan oleh pihak BNI melalui pesan SMS yang disampaikan dari nomor 3346 tersebut. Informasi yang disajikan oleh pihak BNI melalui pesan SMS dari nomor 3346 tersebut, terdiri dari rincian :

  1. Waktu transaksi (tanggal, bulan, tahun, jam, menit, detik).

  2. Jumlah dana (uang) yang masuk ke rekening.

  3. Total saldo di rekening saat ini (setelah ditambah dengan uang atau dana yang masuk).

  4. Informasi, keterangan, atau berita singkat, terkait dengan uang atau dana yang masuk tersebut. Misalkan gaji bulan ini atau transfer dari (pihak yang mentransferkan). Bahkan juga setor tunai, jika saya menyetorkan uang tunai ke rekening BNI saya. Untuk diketahui, saya tidak bisa dan tidak biasa membawa uang tunai dalam jumlah banyak, sehingga lebih suka menaruh di rekening dan menarik atau mengambil seperlunya saja (misal lewat ATM).

Layanan SMS Banking yang (menurut pemahaman saya) memanfaatkan konsep dan teknologi SMS Gateway ini, memang sangat sederhana dan simpel sekali untuk sebuah teknologi di masa ini. Tapi menurut saya pribadi, layanan ini sangat mengena dan pas. Mengapa saya sebut pas? Karena sesuai dengan kebutuhan para nasabah pada umumnya (termasuk juga saya), terlepas apapun profesi nasabah bersangkutan. Mereka menjadi tahu adanya dana (uang) yang masuk ke rekening mereka dan jumlah saldo rekening mereka saat ini.

Saya tahu (kecuali pada saat sebelum menjadi nasabah BNI) bahwa semua bank sudah menyediakan layanan ini kepada semua nasabahnya. Namun mengapa justru BNI yang saya bahas di dalam artikel ini? Hal ini tak lepas dari pengalaman pertama kalinya saya berkenalan dengan BNI untuk menjadi salah satu nasabahnya, yang otomatis juga menjadi pengalaman pertama saya tahu adanya layanan SMS Banking ini dan manfaatnya. Jika dipikir – pikir, saya katrok juga saat itu yah. Hehehe.

Baiklah, saya mulai menceritakan pengalaman pertama saya memilih BNI dalam ber-bank. Semua itu bermula dari akhir tahun 2010 atau awal tahun 2011 (saya lupa tepatnya), saat saya kembali ke Bandung untuk melanjutkan S2 Informatika (kelompok keahlian Teknologi Informasi) di Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat itu, semua calon mahasiswa S2 yang telah lulus ujian masuk dan diterima menjadi mahasiswa S2 di ITB, wajib mengurus administrasi dan juga keuangan (pembayaran atau pelunasan biaya awal).

Oleh karena proses pembayaran biaya kuliah dan administrasi ditujukan ke rekening pihak ITb yang menggunakan Bank BNI, maka saya memutuskan untuk membuka saja rekening baru di BNI. Lokasinya saat itu adalah di BNI Cabang Perguruan Tinggi Bandung ITB (daerah Tamansari). Untuk diketahui, pada saat itu saya sudah menjadi nasabah dari bank lainnya, namun bersifat pasif. Dalam artian saya tidak terlalu tahu adanya layanan SMS Banking dan lainnya ini, bahkan tidak berminat untuk tahu info lebih lanjut ataupun diberitahukan oleh pihak bank bersangkutan. Hal itu terjadi dari sejak awal saya masuk S1 hingga tamat S1 dan mulai masuk ke dunia kerja (sebelum kemudian berhenti kerja dan lanjut S2).

Saya menyukai layanan yang diberikan oleh pihak BNI sejak pertama kali saya mengenal BNI dan masuk ke ruangan bank tersebut saat itu. Proses registrasi berjalan tertib dan lancar, diikuti dengan para pegawai yang ramah. Pegawai yang melayani saya saat itu, menawarkan ke saya layanan SMS Banking ini. Oleh karena biaya yang dibebankan hanyalah biaya SMS sesuai tarif operator (sebagaimana yang disampaikan oleh pegawai bersangkutan saat itu), maka saya mengiyakan dan menyetujui untuk menggunakan layanan SMS Banking dari BNI ini. Pada saat itu juga untuk pertama kalinya saya sadar, saya rupanya perlu menggunakan layanan ini. Saya perlu tahu informasi keuangan saya, minimal jika ada uang masuk ke rekening BNI saya, secara cepat dan mudah.

Pendaftaran untuk layanan SMS Banking berjalan lancar ke nomor HP saya. Seingat saya, saat itu juga sudah langsung aktif. Saya memilih nominal Rp 50.000,00. Maksudnya adalah, pihak BNI (melalui SMS dari nomor 3346) akan memberitahukan saya mengenai adanya transaksi berupa uang masuk ke rekening, apabila nominal uang tersebut minimal sebesar Rp 50.000,00. Tentu saja, pulsa saya haruslah cukup, minimal untuk biaya SMS tersebut (sesuai tarif setiap operator).

Sejak saat itulah, setiap ada transaksi uang masuk ke rekening BNI saya, pasti akan ada SMS dari nomor 3346. Untuk diketahui, saya melanjutkan pendidikan S2 bukanlah dengan beasiswa dari pihak manapun, melainkan dengan uang tabungan saya selama bekerja (waktu itu masih saya simpan di rekening bank lainnya). Selama menjalankan pendidikan S2, saya mencari nafkah untuk biaya sehari – hari dan biaya untuk kuliah, dengan berbagai cara. Mulai dari mengerjakan proyek kecil – kecilan hingga berjualan secara online di internet. Semua uang tersebut masuk ke rekening BNI saya.

Dari layanan ini juga, saya belajar untuk memanajemen keuangan saya, yaitu uang untuk kebutuhan sehari – hari saya (makan, minum, transportasi, buku, hiburan, lain – lain) dan uang yang saya sisihkan tiap bulan untuk membayar uang kuliah S2 tiap awal semester (per enam bulan). Untuk diketahui, saat masih S2 hingga lulus di tahun 2013, saya belum berumah tangga. Sehingga otomatis belum ada tanggungan saya terhadap biaya rumah tangga (misalkan untuk anak istri).

Layanan BNI ini sangat membantu saya untuk memantau keuangan saya. Hingga saat ini, ketika saya sudah lulus S2, bekerja, dan sambil mempersiapkan penelitian S3, layanan ini tetap saya gunakan, untuk mengetahui uang yang masuk, baik dari gaji bulanan saya maupun proyek – proyek di luaran.

Mudah – mudahan juga pengalaman saya ini bisa menginspirasi teman – teman lainnya untuk ikut menjadi nasabah BNI serta menggunakan juga layanan ini. Selain itu, saya juga membagikan empat hal yang menjadi kunci sukses (setidaknya saya meyakini hal ini dan telah membuktikannya), yaitu : bekerja keras, bekerja cerdas, berdoa, dan cermat dalam menggunakan atau memanajemen uang.

Sebenarnya layanan SMS Banking dari BNI (nomor 3346 tersebut) beragam, begitu pula dengan layanan – layanan lainnya yang diberikan oleh pihak BNI kepada para nasabahnya (yang juga saya gunakan). Namun tentu akan panjang sekali jika saya uraikan semuanya. Cukup poin utamanya saja, disertai dengan harapan adanya semangat (spirit) ataupun inspirasi bagi pembaca. Akhir kata, terima kasih BNI. Saya senang dan bangga menjadi nasabah BNI sampai kapanpun.:)

Smart City Denpasar


14 April 2016, bersama salah satu guru saya saat menimba ilmu S2 Informatika di ITB, Prof Suhono Harso Supangkat. Kami mendiskusikan tentang Smart City, sekaligus merupakan kebutuhan dari Pemkot Denpasar untuk mewujudkan Smart City. Lokasi di Graha Sewaka Dharma Lumintang, Kota Denpasar.

Bersama Prof Suhono

Bersama Prof Suhono

 

Centro Mall Kuta Bali


Terakhir deh…. Ke Centro Mall, sekalian jalan2, sekalian refreshing liat pantai di belakangnya. :D

 

Lagi antar si dedek ke Periplus, nyariin buku2 gambar hewan buat balita seusia dia grin emotikon Lanjut antar emaknye belanja2. Lalu saya duduk sambil ngopi2😀

 

Intinya mah hari libur…. nikmati saja😀
Tidak perlu kait2kan dengan agama, budaya, dll. Hidup yg rukun, saling membantu, saling menghormati, di dlm keragaman dan perbedaan yg ada.
Bisnis jalan, persahabatan terjalin, relasi bertambah, kerjaan/karir lancar, hidup nyaman. Semua senang😀
Serta selalu ingat dan bersyukur kepada Tuhan YME.:)
Itu menurut opini saya:)

 

Centro Mall Kuta Bali

Centro Mall Kuta Bali