Catatan Bytescode
apa yang ada di pikiranku, apa yang ku dapat di belantara internet……..

Sep
30

Akhirnya selesai juga pekerjaan yg saya bawa dari kantor ke rumah. :D Analisa iya, desain iya, coding juga iya. :D Tinggal besok presentasikan ke client, bersama si Tux Linux tentunya. ;) Lumayanlah nambah2 duit buat beli nasi ama krupuk untuk anak istri. :D

Mau siap2 tidur, malam ini saya tidur lebih awal. Tapi sebelumnya, saya baca2 sebentar di internet. Bukan baca ttg politik, apalagi gosip selebritis. :v

Saya cuman pengen baca2 sejarah. Kali ini sejarah Indonesia, beberapa tokoh yg patut kita apresiasikan. Mengapa saya suka baca sejarah? Di satu sisi kita bs belajar dari kesalahan para pendahulu, agar tidak kita ulangi lagi. Di sisi lain, ada banyak hal positif, nasehat, pelajaran hidup, yg bisa diambil dari peristiwa dan atau tokoh2 sejarah tsb.

Setelah saya baca2, ada 2 hal yg mau saya sampaikan. URL saya lupa bookmark. Tp search saja di internet yah, ada banyak. ;)
1. Haji Agus Salim (1884 – 1954). Beliau salah satu pejuang terbaik bangsa yg berasal dari tanah Minang (Sumatera Barat). Menurut sejarah, fisik beliau kecil pendek tapi tidak dgn pemikiran, kecerdasan, dan pengaruhnya di dunia politik. Bisa dibilang, beliau salah satu “Singa Podium”. (konon) ada peristiwa menarik saat beliau diundang makan2 oleh Belanda dan sejumlah negara lainnya di dlm suatu konferensi internasional. FYI, kondisi Indonesia jaman itu (hampir) mirip dgn jaman skrng : yg bodoh menjadi jongos/babu/budak Belanda/bangsa asing, yg pintar disekolahkan oleh Belanda untuk kemudian bekerja demi Belanda. Agus Salim muda adalah salah satu pemuda Indonesia di jaman itu, yg diperbolehkan ikut pendidikan tinggi, karena beliau berbakat dan ayahnya memegang posisi cukup penting. Beliau cerdas, menguasai setidaknya 7 bahasa asing, dan mampu setara dgn ssejumlah mahasiswa Belanda jaman itu. Tentu saja, bagi Belanda di masa itu, bangsa yg terjajah tetaplah bangsa rendahan dan membuat mereka iri ataupun merendahkan. Lainnya, ya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi mereka. Nah, puncaknya adalah saat makan malam bersama di konferensi tsb. Seorang Belanda mentertawakan, kira2 begini : “Salim, untuk apa anda makan dgn memakai tangan? Sudah ada sendok dan garpu. Makanlah kamu memakai sendok dan garpu, layaknya bangsa yg terhormat.”. Tau apa yg dijawab oleh beliau? “Tuan (Belanda) yg terhormat, saya memang orang kecil yg sudah biasa makan memakai tangan saya sendiri. Tangan saya ini sudah saya cuci bersih sebelum dipakek makan dan hanya saya saja yg memakainya untuk menyuapi makanan ke mulut saya. Sedangkan sendok dan garpu itu, sudah berapa mulut yg menggunakannya?“. Belanda yg sombong tadi terdiam mendengar jawaban yg menusuk dan menyindir secara halus, yg berasal dari orang kecil yg sederhana tp cerdas tsb.
2. HOS Cokroaminoto (1882 – 1934). Beliau adalah salah satu pejuang terbaik bangsa yg berasal dari Jawa Timur, sekaligus merupakan guru dari 3 tokoh ternama : Soekarno (1901 – 1970), Muso (1897 – 1948), dan Kartosuwiryo (1905 – 1962). Ada yg menarik mengenai 2 kalimat nasehat yg diberikan oleh HOS Cokromainoto kepada ketiga muridnya tsb :
a.) “Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator.”
Pesan pertama ini lebih banyak mempengaruhi Soekarno (yg kelak menjadi proklamator dan Presiden pertama Indonesia). Pesan inilah yg diingat oleh Soekarno seumur hidup beliau, sehingga tercatat di dlm sejarah, beliau pintar berpidato dan membakar semangat rakyat melalui kata2nya. Pesan pertama ini juga sedikit tidaknya ikut mempengaruhi Muso (yg kelak akan menjadi salah satu tokoh komunis Indonesia) dan Kartosuwiryo (yg kelak menjadi tokoh garis keras).
b.) “Setinggi – tingginya ilmu, semurni – murninya tauhid, sepintar – pintarnya siasat.”
Pesan kedua sangat mempengaruhi ketiga murid HOS Cokroaminoto tsb, sehingga mereka menjadi 3 pribadi dgn pandangan dan ideologi yg berbeda : Soekarno yg Nasionalis, Kartosuwiryo yg Islamis, dan Muso yg Komunis. Memang beliau bertiga adalah teman baik dan satu guru yg sama serta saling bahu membahu di dalam masa perjuangan kemerdekaan. Tapi setelah Republik Indonesia merdeka dan berdiri tahun 1945, ketiga sekawan ini saling bermusuhan akibat perbedaan ideologi tsb. Tentu sudah dicatat oleh sejarah, siapa yg berkuasa saat itu dan siapa yg harus ditumpas, untuk kemudian dicatat sebagai pengkhianat bangsa : Muso gugur sbg pengkhianat bangsa yg ingin mendirikan negara komunis di Indonesia. Kartosuwiryo gugur sbg pengkhianat bangsa yg ingin mendirikan negara Islam di Indonesia.

Kira2 begitulah yg saya tangkap dari hasil baca2 sejenak. Karena sejarah akan terus berjalan dan berulang. Bangsa yg besar adalah bangsa yg menghargai sejarah dan menghargai jasa para pahlawan. Jangan pernah melupakan sejarah. (Konon) dari sejarahlah kita belajar dan bercermin diri. :)

Btw, ini hari (malam) terakhir di bulan September? Ya sudahlah, saya streaming sebentar sebelum tidur : Wake Me Up When September End – Green Day. :D Sambil menikmati susu yg dikasi istri. Hehehe. :D

Tambahan :
Ini saya post di status FB, kemudiannya mengenai politik, saya jadi alergi hihi.

 

Bicara tentang politik, ya seperti ini (apalagi banyak yg bermuka dua) :

“Akan datang sesudahku penguasa-penguasa yang memerintahmu. Di atas mimbar mereka memberi petunjuk dan ajaran dengan bijaksana, tetapi bila telah turun mimbar mereka melakukan tipu daya dan pencurian. Hati mereka lebih busuk dari bangkai.”
(HR. Ath-Thabrani)

“Di mana kebenaran itu mati dan ketidak benaran muncul, Wahai putra Bharata, maka Aku akan muncul menampakkan Diriku.”
Bhagavad Gita (Bab IV-7)

“Politik itu kotor. Politik dan nasib umat manusia dibentuk oleh orang-orang tanpa idealisme dan tanpa kehebatan. Itu sebabnya orang-orang hebat tidak mau terjun ke dunia politik.”
(Albert Camus, 1913-1960)

“Hukuman bagi orang-orang yang tidak mau berpolitik adalah bersiap diri diperintah oleh orang-orang yang bodoh.”
(Plato, 427 SM – 347 SM)

Sep
29

Postingan ini memang sangat telat saya masukkan ke dalam blog pibadi, namun saya copy saja langsung dari status yang saya posting di akun Facebook saya.

 

Apapun itu, petani adalah pahlawan bangsa. Mereka layak dihargai,

salah satunya dalam bentuk materi.

===

 

 

Mohon maaf saya lupa, baru saja membaca di internet. Rupanya hari ini (24 September) adalah Hari Tani Nasional. Hari untuk menghormati para petani di seluruh Indonesia. Berkat merekalah, kita masih bisa menikmati segala jenis makanan dan minuman yang berasal dari hasil panen kita. Meski kita perlu sadari juga, bahwa (mungkin) bangsa ini sudah terlalu kaya raya, sehingga banyak sekali produk pertanian import dari negara lain.

Keluarga saya (dari pihak ayah) adalah kaum petani turun – temurun. Sehingga sejak kecil pun, saya diajarkan mengenal kehidupan di sawah, walau hanya sekedar diajak ke sawah hari minggu pagi. Bahkan untuk hal – hal terkecil pun, ayah mengajarkan saya dan adik untuk bisa menghargai setiap butir nasi yang disajikan di piring kita, entah yg dimasak sendiri maupun yg dibeli. Di balik semua hidangan tersebut, terdapat kerja keras para petani. Berbaur dengan keceriaan dan kebahagian mereka, dan juga ironi negeri ini terhadap nasib kaum petani dan nasib bidang pertanian. Jadi, salah satu bentuk menghargainya adalah : ambillah makanan secukupnya (misal nasi), jangan disisakan, apalagi dibuang percuma, meski anda punya banyak uang sekalipun.

Kita boleh mempelajari segala teknologi dan peradaban maju lainnya, namun tetaplah ingat, jati diri kita (salah satunya) adalah bangsa agraris (pertanian).

Selamat Hari Tani Nasional. Para petani adalah pahlawan bangsa. Semoga berjaya di negeri sendiri, semoga nasib mereka makin baik dan sejahtera, serta ikut mewujudkan Indonesia swasembada (mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa perlu import, sukur2 bisa eksport).

Sep
23

“Hanya” untuk sebuah susu kedelai pun, kita harus import dari negara sebelah?

Tiba2 ingat dgn apa yg pernah saya baca dari kata2 Soekarno, sang proklamator :
1. “Buat apa memerdekakan bangsaku, bila bangsaku hanya tetap jadi budak bagi (bangsa) asing? Jangan dengarken (bangsa) asing, (negara) Indonesia untuk bangsa Indonesia.”
2. “Apakah kelemahan kita? Kita kurang percaya diri kita sebagai (sebuah) bangsa. Sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain. Padahal asalnya kita adalah bangsa gotong – royong.”
3. “Berdikari, berdiri di (atas) kaki sendiri”.

 

Susu kedelai dari Malaysia

Susu kedelai dari Malaysia

Sep
23

“Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Pramoedya Ananta Toer (6 Februari 1925 – 30 April 2006)

 

 

Menulis (atau dlm konteks dunia modern bs jg diartikan dokumentasi, trmasuk jg mengetik) adalah bagian dari belajar. jd belajar itu bukan hanya menerima ilmu, tp bagaimana mengerti ilmu dan kemudian menyampaikannya ke orang lain (lisan maupun tulisan), sehingga ilmu bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri tp jg orang lain. berbagi ilmu adalah salah satu sedekah dan pahala.

di jaman moden tentu saja media untuk berbagi ilmu bukan saja dgn goresan pena di kertas. bs dgn blog, web, social media, social network, dll

saya pribadi sambil tetap belajar juga suka bagi2 apa yg saya ketahui melalui bbrapa jalur brikut :
1. buku
biobses.com/penulis-201-i_putu_agus_eka_pratama.html
2. slideshare
slideshare.net/PutuShinoda/
3. blog
bytescode.wordpress.com

 

Meski saya bukan Muslim, tp tdk ada salahnya kita mempelajari yg baik2nya dari agama apapun.

Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. disebutkan (klo tdk salah) “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”.

Jadi apapun yg mau kita sampaikan, apapun yg kita ketahui (tdk peduli kita pemula atau expert sekalipun), tulislah dan sampaikanlah.

Alm pramoedya itu salah satu penulis terbaik indonesia sejak jaman dulu.

google dan mesin pencari apapun, termasuk jug ranah internet dan kemajuan teknologi, tdk akan ada apabila setiap manusia di planet ini menyembunyikan rapat2 teknologi dan pengetahuan mereka.

sebaliknya, ilmu pengetahuan tanpa landasan etika, moral, dan agam, jg akan berdampak fatal.

yup tulis saja, dokumentasikan. berbagi ilmu dpt, pahala dpt, teman dapat, duit/rejeki pun pasti mengikuti.

 

 

Sep
23

Seperti disarankan oleh dokter kandungan, bahwa mengajak ibu hamil bermain aplikasi game edukasi, akan mempengaruhi kecerdasan anak serta fakta bahwa banyaknya distro linux ataupun aplikasi linux/foss untuk game edukasi, saya kasikan game edukasi itu ke netbuk istri saya dgn linux di dlmnya. Misalkan dengan GCOmpris (gcompris.net).

Abis wget iso

Abis wget iso

dan tiba2 saya jd tertarik dgn sugar lab (https://www.sugarlabs.org/, salah satu linux yg diracik khusus untuk anak2. tdk ada salahnya saya unduh dan jalankan di usb live pd linux netbuk istri saya.

demi kamu dan si kecil.

trims God, trims linux and foss.

Sep
23

Saya mau tidur, ketika ada e-mail masuk dari mahasiswa dan mahasiswi yg menanyakan : pak apakah perlu tugas dikerjakan?
Saya senyum2 saja untuk pertanyaan yg seharusnya tidak perlu ditanyakan.

Tentu saja, itu hak anda untuk mengerjakan tugas yg saya berikan atau tidak. Anda mengerjakan, maka anda dapat nilai dan dapat ilmu. Klo anda tidak mengerjakan, saya berterima kasih juga karena beban saya sedikit berkurang untuk memeriksa dan memberi nilai. Masih banyak hal lain yg saya kerjakan di luar kampus.

Tapi yg perlu anda ingat, anda perlu menentukan pilihan hidup, sebagaimana saya juga terhadap diri saya pribadi : sukses di bisnis, sukses di akademis, atau sukses keduanya. Terbaiknya adalah sukses keduanya (bisnis dan akademis). Terburuknya adalah gagal keduanya. Ketika harus memilih salah satu, maka bijaklah di dalam memilih salah satu pilihan tersebut. Dunia sudah memberikan banyak contoh untuk mereka yg sukses dan gagal pada satu atau kedua pilihan tsb. Dunia akademis pun sudah punya yg namanya Edupreneurship (pembelajaran untuk menjadi wirausaha) dan dunia bisnis pun sejak lama menyedot tenaga kerja dari para alumni (akademisi).

terakhir, mbok ya kalo dikasi kesempatan lebih untuk bisa menuntut elmu, ya jgn disia – siakan. Masih banyak saudara2 kita yg jangankan untuk bisa sekolah dan kuliah, untuk bisa makan hari ini saja sudah sukur.

Saya tidur dulu, sudah dipanggil -panggil ama istri.

#matiinlinuxdilaptop

Sep
23

Bagi anda yg berminat bs mengikuti conference mengenai smart city di hotel grand royal panghegar bandung, 24-25 september 2014.

seminar ini diisi juga oleh para akademisi dari itb indonesia, delft belanda, waseda jepang, bpk ridwan kamil walikota bandung, bppt indonesia, walikota makasar, dll.

Info lbh lanjut :

http://iciss2014.stei.itb.ac.id/

Bagi teman yg (mungkin) blm tau smart city beserta cloud computing dan teknologi2 lainnya berbasiskan open source, bs jg membeli dan membaca buku saya :
biobses.com/penulis-201-i_putu_agus_eka_pratama.html

Trims.

Sep
23

Ini saya tambahkan untuk acara tadi pagi (19 sept 2014).

Presentasi oleh Prof Ken Umino dari Kyoto University Japan, saat seminar riset Informatika di STEI ITB ruang multimedia tadi pagi.

klo tidak keliatan, itu beliau lg jelasin tren terbaru brain to brain communication. jd di saat kita msh mempelajari machine to machine communication (internet of things), jepang sudah sekian langkah ke depan berpikir untuk brain to brain communication.

Btw ini merupakan bentuk kerja sama dlm bentuk riset di bidang Informatika antara Kyoto University dengan Indonesia, khususnya dgn kampus ITB dan UI saja, untuk pasca sarjana (S2 S3).

Info :

https://stei.itb.ac.id/blog/2014/09/11/seminar-on-informatics-itb-kyoto-university/

https://stei.itb.ac.id/file/stei-files/20140911-Seminar-on-Informatics.pdf

Setidaknya, kita harus banyak belajar hal2 positif dari Jepang : semangat mereka untuk terus belajar, pantang menyerah, disiplin, tanggung jawab, memiliki rasa malu dan mengundurkan diri, tertib, bersih. dll. Apalagi td sambil makan siang, syaa ngobrol dgn salah seorang yg pernah tinggal di jepang, sehingga saya jd lebih tau spt apa bedanya pola hidup di sana dan di sini.

sayangnya, meski sudah dibuka untuk umum dan cuma2, msh relatif sedikit yg berminat datang ke acara ini. padahal dgn datangnya profesor2 jepang itu, tentu jgn disia siakan untuk menyerap ilmu dan informasi dari mereka :D

Presentasi Prof Ken Umino  dari Kyoto University

Presentasi Prof Ken Umino dari Kyoto University

 

Kartu nama Prof Ken umino

Kartu nama Prof Ken umino

Sep
23

Menurut saya, tidak masalah kita mempelajari dan meniru yg baik2nya dari ajaran agama apapun dgn tetap memegang prinsip dari agama yg kita anut.

Dlm Hindu dan Budha diajarkan ttg yoga, sbg salah satu upaya untuk menenangkan pikiran. Pikiran yg tenang akan menjauhkan anda dari stress (melihat pola hidup dan kesibukan di jaman modern ini), menyehatkan badan dan pikiran anda, serta (yg saya alami) menjadikan pikiran jernih dan ide mengalir dgn deras.
*koreksi klo saya salah, CMIIW

Dlm Kristen (Protestan, Katolik) diajarkan bagaimana riangnya kita datang beribadah ke hadapan Tuhan. Ibadah, agama apapun, dijalankan dgn baik dan senang hati, bukan karena terpaksa, apalagi hanya untuk mengejar surga semata. Ibadah krn memang sudah menjadi hak dan kewajiban kita sbg umatNya.
*koreksi klo saya salah, CMIIW

Dlm Islam, melalui Rasullah, sudah diajarkan bagaimana pola hidup sehari – hari yg sehat. Mulai dari sikap tidur yg baik, cara makan minum yg baik, mandi yg baik, (maaf) boker dan kencing yg baik (bahkan bagaimana melangkahkan kaki kiri dan kaki kanan saat masuk dan keluar WC). Kemudian pentingnya meminum air mineral. Saya lebih suka menyebutkan air mineral untuk air sehat yg tidak berwarna, tidak berbau, mengandung mineral penting dan oksigen yg diperlukan tubuh. Klo air putih kok sptnya lbh mengacu ke susu yah? Ok, saya pernah baca berikut anjuran minum air mineral untuk kesehatan dlm Islam :
1. Minum air mineral setelah bangun tidur –> membersihkan organ2 internal tubuh (jantung, hati, usus, paru2, dll).
2. Minum air mineral sebelum makan –> membantu fungsi lambung.
3. Minum air mineral sebelum mandi –> membantu menurunkan tekanan darah, membantu proses pencernaan.
4. Minum air mineral sebelum tidur –> mencegah dan mengobati stroke dan serangan jantung.
*koreksi klo saya salah, CMIIW

Lalu bagaimana dgn mereka yg “katanya” tidak beragama atau tidak jelas agamanya? Maaf, saya menyebutkan salah satunya di Jepang : sembahyang dlm agama Budha (kuil), memegang teguh agama Shinto (agama leluhur), pernikahan dlm Kristen di gereja. Pernah saya mengobrol langsung dgn salah seorang kenalan Indonesia yg lama tinggal di Jepang, saat seminar Informatic kemarin di STEI ITB, mengundang akademisi dan profesor dari Kyoto University (NB : Kyoto University hanya mengunjungi ITB dan UI saja), Jumat 19 Sept 2014 kmrn.

Apa yg kenalan saya itu sebutkan? “Lama saya di sana (Jepang), saya jadi malu dgn ulah segelintir orang2 kita (Indonesia) akhir2 ini, saya simak terus dari internet dan TV. Mereka mengakunya beragama, tapi mereka suka anarkis klo demo, suka diadu domba dan mengadu domba sesama bangsa sendiri hanya untuk perbedaan agama dan suku, tidak mau antre dgn tertib, tidak punya malu (sudah terbukti korupsi dan gagal pun masih tidak mau mundur dari jabatan), tidak suka membaca dan menulis (daya dan minat baca tulis msh rendah), suka korupsi. Bahkan dana haji, makanan, sapi, dana pendidikan dikorupsi pula, coret2 fasilitas umum (bahkan ada objek wisata gunung di jepang tak luput dari coret2 ini katanya), belum lagi korupsi waktu, dll. Bangsa kita tdk akan bs berubah ke arah yg lebih baik klo bukan kita sendiri yg bersama – sama mengubah kebiasaan2 buruk tsb, diri sendiri dan orang lain. Maaf klo saya bicara begini, bukannya saya benci dgn bangsa sendiri, tp memang begitulah kenyataannya pak dan ini tugas kita bersama.”

*Sekali lagi, koreksi klo saya salah, CMIIW.

Sep
10

yg lg di surabaya ato mau ke surabaya silahkan :)

sumber : http://klas.or.id/berita/software-freedom-day-2014

====

Kelompok Linux Arek Suroboyo atau lebih dikenal dengan KLAS adalah tempat berkumpul, berbagi informasi, dan belajar bagi para pengguna Linux dan penggiat open source di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Terdiri dari pekerja, mahasiswa, dan masyarakat umum. Secara umum, KLAS memiliki beragam acara mulai dari event workshop, seminar, memiliki acara bulanan yaitu Cangkrukan KLAS.

Sebagai puncak acara, setiap tahun KLAS ikut merayakan Software Freedom Day yang mana SFD kali adalah ke ikut sertaan KLAS yang ke 6 untuk event yang diselenggarakan secara serentak di seluruh dunia. Acara akan di selenggarakan pada:

Tanggal : 20 September 2014

Jam : 10:00 – 13:00 WIB

Bertempat : Perpustakaan Bank Indonesia, Jl. Mayangkara, No 6, Surabaya.

KLAS mengundang penggiat opensource se Surabaya untuk hadir dan mengikuti talkshow yang menghadirkan :

1. B.A.R.S (Blender Army Regional Surabaya)

2. kOlu (Komunitas Linux UPN “Veteran” Jawa Timur)

3. CATFIZ (Catfiz – The Ultimate Android Messenger)

4. BlankOn (Linux BlankOn)

5. LUG STIKOM ( Kelompok Pengguna Sistem Operasi Linux STIKOM)

6. KLAS (Kelompok Linux Arek Suroboyo)

Penasaran ?

Bergabung dan ramaikan acara ini hanya dengan mengisi formulir registrasi berikut Registrasi.

http://klas.or.id/reg-sfd/

Freedom Software Day Linux Surabaya

Freedom Software Day Linux Surabaya

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 69 pengikut lainnya.