ITB Innovation Day Dan HP 4G Ciptaan ITB


Kira – kira seminggu yang lalu,  sempat mengikuti STEI ITB 2014 Innovation Day, sebuah acara yg diselenggarakan oleh STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika) Institut Teknologi Bandung (ITB) di dalam memamerkan produk – produk inovasi mereka. Temanya adalah “Dari Mimpi Berbuah karya Dan Prestasi Untuk bangsa.” Acara dimulai dari jam 9 pagi hingga jam 4 sore. Saya tidak mengikuti acara ini sampai selesai, karena ada kerjaan yg harus saya selesaikan.

https://stei.itb.ac.id/blog/2014/11/14/stei-innovation-day-dari-mimpi-berbuah-karya-dan-prestasi-untuk-bangsa/

Sebagian besar yg ditampilkan adalah produk mahasiswa/i S1. Salah satunya adalah robotika, yg bukan bidang saya dan tidak masuk ke otak saya. Menarik bahwa di dalam perangkat robot tersebut tertanam sistem operasi Linux (distro Linux Mint), dgn sejumlah bahan yg sudah dirakit sendiri. Tapi tetap saja teman2 mahasiswa/i ini merendah, di atas langit masih ada langit. “Kami pun masih mengakui kampus lainnya lebih baik dari kami (ITB) dalam hal robotika, misalkan ITS”.

Ok sip, semakin banyak kampus berpresatsi di Indonesia, semakin banyak negara lain yg tidak memandang sebelah mata ke Indonesia yg besar ini.😉 Kemudian dilanjutkan dgn presentasi dan pemaparan dari Dr. Adi Indrayanto, dosen STEI ITB, mengenai Bolt 4G LTE. Hmm menariknya di sini ada beberapa hal yg saya tangkap dari sosok yg sudah lama berada di dunia akademis dan sekaligus di dunia industri. Jadi saya coba reshare melalui status ini.

Antara lain :
1. Untuk menjadikan bangsa ini merangkak dari negara berkembang ke negara maju, ada 3I yg harus dilakukan : Investasi, Inovasi, dan Infrastruktur. Contoh : Cina (Tiongkok).
2. Di Cina, meskipun Komunis (dan sosialis?), pemerintah berani memberikan suntikan dana. Misalkan ke Huawei sebesar 20%. Suntikan dana ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk penetrasi produk, inovasi, dan pasar (market). Sekarang, ada brp banyak produk Cina yg membanjiri dunia? Vendor – vendor besar dunia dari Eropa dan Amerika berebut menggunakan produk – produk mereka untuk dimasukkan ke dlm produk besutannya. Contoh : Apple (USA).
3. Indonesia penduduknya banyak, bs dikatakan sama banyak dgn Cina. Yg membedakan adalah budaya konsumtif, bukan budaya produktif. Sehingga menjadi sasaran empuk serbuan produk jualan dari bangsa lain. Apa2 import. Dalam dunia IT dan telekomunikasi, salah satunya adalah tingginya belanja masyarakat Indonesia terhadap perangkat Handphone dan Smartphone. Misalkan produk dari Korea Selatan (Samsung). tadi ditampilkan handphone berbasis Android karya ITB. Hanya saja (mungkin) gaungnya belum ada, jika dibandingkan produk negara lain. Saya lupa nama mereknya. Tadi ditampilkan produk jadinya. Ok balik lagi, yg diutamakan bukanlah manufaktur, karena itu bisa outsource. Yg diutamakan harusnya adalah Design House. Contoh : Marvell (USA), itu buatan anak bangsa yg lama tinggal di USA. Mahal itu di ide untuk desain.
4. kampus2 di Indonesia harusnya merupakan kombinasi akademisi dan bisnis. sehingga dosen2 di dlmnya haruslha mereka yg bukan hanya di akademis saja (teori) tp jg mereka yg di dunia bisnis dan produksi (praktek). Sehingga sinkron antara apa yg dihasilkan di dunia akademisi dgn apa yg menjadi kebutuhan pasar dan tren market ke depannya. IT dan telekomunikasi adalah tren jualan masa depan, sedangkan STEI ITB memiliki insinyur2 elektro dan informatika, yg bs bekerja sama di bidang perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).

Kira2 spt itu.
Karena ini lebih cenderung ke ranahnya orang2 Telekomunikasi (yg jg bukan bidang saya), jd hanya itu yg bs saya sampaikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s