Membaca (Dan Belajar) Dari Sejarah


Akhirnya selesai juga pekerjaan yg saya bawa dari kantor ke rumah.😀 Analisa iya, desain iya, coding juga iya.😀 Tinggal besok presentasikan ke client, bersama si Tux Linux tentunya.😉 Lumayanlah nambah2 duit buat beli nasi ama krupuk untuk anak istri.😀

Mau siap2 tidur, malam ini saya tidur lebih awal. Tapi sebelumnya, saya baca2 sebentar di internet. Bukan baca ttg politik, apalagi gosip selebritis. :v

Saya cuman pengen baca2 sejarah. Kali ini sejarah Indonesia, beberapa tokoh yg patut kita apresiasikan. Mengapa saya suka baca sejarah? Di satu sisi kita bs belajar dari kesalahan para pendahulu, agar tidak kita ulangi lagi. Di sisi lain, ada banyak hal positif, nasehat, pelajaran hidup, yg bisa diambil dari peristiwa dan atau tokoh2 sejarah tsb.

Setelah saya baca2, ada 2 hal yg mau saya sampaikan. URL saya lupa bookmark. Tp search saja di internet yah, ada banyak.😉
1. Haji Agus Salim (1884 – 1954). Beliau salah satu pejuang terbaik bangsa yg berasal dari tanah Minang (Sumatera Barat). Menurut sejarah, fisik beliau kecil pendek tapi tidak dgn pemikiran, kecerdasan, dan pengaruhnya di dunia politik. Bisa dibilang, beliau salah satu “Singa Podium”. (konon) ada peristiwa menarik saat beliau diundang makan2 oleh Belanda dan sejumlah negara lainnya di dlm suatu konferensi internasional. FYI, kondisi Indonesia jaman itu (hampir) mirip dgn jaman skrng : yg bodoh menjadi jongos/babu/budak Belanda/bangsa asing, yg pintar disekolahkan oleh Belanda untuk kemudian bekerja demi Belanda. Agus Salim muda adalah salah satu pemuda Indonesia di jaman itu, yg diperbolehkan ikut pendidikan tinggi, karena beliau berbakat dan ayahnya memegang posisi cukup penting. Beliau cerdas, menguasai setidaknya 7 bahasa asing, dan mampu setara dgn ssejumlah mahasiswa Belanda jaman itu. Tentu saja, bagi Belanda di masa itu, bangsa yg terjajah tetaplah bangsa rendahan dan membuat mereka iri ataupun merendahkan. Lainnya, ya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi mereka. Nah, puncaknya adalah saat makan malam bersama di konferensi tsb. Seorang Belanda mentertawakan, kira2 begini : “Salim, untuk apa anda makan dgn memakai tangan? Sudah ada sendok dan garpu. Makanlah kamu memakai sendok dan garpu, layaknya bangsa yg terhormat.”. Tau apa yg dijawab oleh beliau? “Tuan (Belanda) yg terhormat, saya memang orang kecil yg sudah biasa makan memakai tangan saya sendiri. Tangan saya ini sudah saya cuci bersih sebelum dipakek makan dan hanya saya saja yg memakainya untuk menyuapi makanan ke mulut saya. Sedangkan sendok dan garpu itu, sudah berapa mulut yg menggunakannya?“. Belanda yg sombong tadi terdiam mendengar jawaban yg menusuk dan menyindir secara halus, yg berasal dari orang kecil yg sederhana tp cerdas tsb.
2. HOS Cokroaminoto (1882 – 1934). Beliau adalah salah satu pejuang terbaik bangsa yg berasal dari Jawa Timur, sekaligus merupakan guru dari 3 tokoh ternama : Soekarno (1901 – 1970), Muso (1897 – 1948), dan Kartosuwiryo (1905 – 1962). Ada yg menarik mengenai 2 kalimat nasehat yg diberikan oleh HOS Cokromainoto kepada ketiga muridnya tsb :
a.) “Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator.”
Pesan pertama ini lebih banyak mempengaruhi Soekarno (yg kelak menjadi proklamator dan Presiden pertama Indonesia). Pesan inilah yg diingat oleh Soekarno seumur hidup beliau, sehingga tercatat di dlm sejarah, beliau pintar berpidato dan membakar semangat rakyat melalui kata2nya. Pesan pertama ini juga sedikit tidaknya ikut mempengaruhi Muso (yg kelak akan menjadi salah satu tokoh komunis Indonesia) dan Kartosuwiryo (yg kelak menjadi tokoh garis keras).
b.) “Setinggi – tingginya ilmu, semurni – murninya tauhid, sepintar – pintarnya siasat.”
Pesan kedua sangat mempengaruhi ketiga murid HOS Cokroaminoto tsb, sehingga mereka menjadi 3 pribadi dgn pandangan dan ideologi yg berbeda : Soekarno yg Nasionalis, Kartosuwiryo yg Islamis, dan Muso yg Komunis. Memang beliau bertiga adalah teman baik dan satu guru yg sama serta saling bahu membahu di dalam masa perjuangan kemerdekaan. Tapi setelah Republik Indonesia merdeka dan berdiri tahun 1945, ketiga sekawan ini saling bermusuhan akibat perbedaan ideologi tsb. Tentu sudah dicatat oleh sejarah, siapa yg berkuasa saat itu dan siapa yg harus ditumpas, untuk kemudian dicatat sebagai pengkhianat bangsa : Muso gugur sbg pengkhianat bangsa yg ingin mendirikan negara komunis di Indonesia. Kartosuwiryo gugur sbg pengkhianat bangsa yg ingin mendirikan negara Islam di Indonesia.

Kira2 begitulah yg saya tangkap dari hasil baca2 sejenak. Karena sejarah akan terus berjalan dan berulang. Bangsa yg besar adalah bangsa yg menghargai sejarah dan menghargai jasa para pahlawan. Jangan pernah melupakan sejarah. (Konon) dari sejarahlah kita belajar dan bercermin diri.🙂

Btw, ini hari (malam) terakhir di bulan September? Ya sudahlah, saya streaming sebentar sebelum tidur : Wake Me Up When September End – Green Day.😀 Sambil menikmati susu yg dikasi istri. Hehehe.😀

Tambahan :
Ini saya post di status FB, kemudiannya mengenai politik, saya jadi alergi hihi.

 

Bicara tentang politik, ya seperti ini (apalagi banyak yg bermuka dua) :

“Akan datang sesudahku penguasa-penguasa yang memerintahmu. Di atas mimbar mereka memberi petunjuk dan ajaran dengan bijaksana, tetapi bila telah turun mimbar mereka melakukan tipu daya dan pencurian. Hati mereka lebih busuk dari bangkai.”
(HR. Ath-Thabrani)

“Di mana kebenaran itu mati dan ketidak benaran muncul, Wahai putra Bharata, maka Aku akan muncul menampakkan Diriku.”
Bhagavad Gita (Bab IV-7)

“Politik itu kotor. Politik dan nasib umat manusia dibentuk oleh orang-orang tanpa idealisme dan tanpa kehebatan. Itu sebabnya orang-orang hebat tidak mau terjun ke dunia politik.”
(Albert Camus, 1913-1960)

“Hukuman bagi orang-orang yang tidak mau berpolitik adalah bersiap diri diperintah oleh orang-orang yang bodoh.”
(Plato, 427 SM – 347 SM)

One thought on “Membaca (Dan Belajar) Dari Sejarah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s