Dengan Jaringan Inherent DIKTI, Penyebaran dan Penggunaan GNU/Linux FOSS Lebih cepat dan Merata di Indonesia


Sepertinya tertarik juga untuk ngeblog lagi. Kali ini saya tertarik untuk membehasa sedikit tentang jaringan inherent yang dirintis oleh DIKTI dan bekerja sama dengan beberapa kampus di Indonesia. Inherent sendiri memiliki arti jaringan komunikasi data tertutup antar perguruan tinggi di Indonesia. Pada tahap awal (2006) telah terbangun interkoneksi 32 local node yang berada di perguruan-perguruan tinggi di ibu-ibu kota propinsi di Indonesia serta kantor Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Penerapannya antara lain untuk video conference (yang memerlukan bandwith dan akses internet tinggi), e-learning, termasuk juga penyebaran file iso dan repository distribusi (distro) GNU/Linux dan FOSS.

ITB, kampus tempat saya menempuh pendidikan pasca sarjana saat ini, juga termasuk salah satu kampus di Indonesia yang tergabung dengan jaringan inherent, salah satunya dengan ITB. Jadi, tidak heran jika untuk mengunduh bergiga giga data iso distro Linux maupun iso repositorynya hanya memerlukan hitungan menit atau 1-3 jam saja (tergantung jumlah data dan koneksi). Sangat jauh di atas kecepatan pada umumnya. Saya pribadi selain pengguna GNU/Linux dan FOSS (satu – satunya OS di komputer), juga ikut membagikan dan menjual distribusi dan repository GNU/Linux dan FOSS. Bisa idcek di sini. Sebagian besar saya peroleh dari server – server Indonesia yang terhubung ke dalam jaringan inherent, terutama ke Kambing UI. Sisanya saya unduh di server luar (dan sedihnya tidak ada miror lokal di Indonesia, sehingga pernah terbersit keinginan saya untuk melokalkan di server – server Indonesia baik sendiri mauun dengan bantuan teman – teman lainnya).

Dengan fasilitas ini, seharusnya civitas akademik ITB maupun civitas akademik kampus lainnya yang tergabung dalam jaringan inherent, dapat memanfaatkan dengan baik sarana ini. Terutama untuk penggunaan GNu/Linux dan FOSS, misalkan instalasi perangkat lunak yang diperlukan di GNU/Linux Ubuntu melalui Ubuntu Software Center/Synaptic/terminal. Lebih bagus lagi jika ikut serta menyebarkan file – file yang diunduh tersebut ke rekan – rekan lainnya yang kesulitan untuk mengunduhnya sendiri.

Hal yang sama berlaku juga untuk penggunaan OS open source lainnya misal BSD dan Solaris beserta paket yang diperlukan. ITB sendiri memiliki repository dan mirror untuk semua OS dan paket open source ini sebagaimana Kambing UI dan server lainnya di Indonesia.

Bagaimana dengan rekan – rekan mahasiswa di ITB? Apakah akan menyia-nyiakan kesempatan dan fasilitas ini?😀
Dan bagaimana dengan kampus – kampus lainnya di Bandung dan seluruh Indonesia? Saya rasa sangat baik jika segera bergabung ke dalam jaringan inherent DIKTI. Selain itu juga bisa klo membuat server sendiri dan tergabung juga dengan jaringan inherent, sehingga bisa memperbanyak mirror GNU/Linux dan FOSS di Indonesia.

Peta untuk jaringan Inherent seIndonesia sebagai berikut. Gambar saya ambil dari sini.

Peta Jaringan Inherent DIKTI di Indonesia

Peta Jaringan Inherent DIKTI di Indonesia

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai jaringan Inherent, silahkan kunjungi situs Inherent DIKTI.

Tulisan saya ini juga sudah dimuat di Kompas Online yang bisa anda akses di sini. Atau unduh file PDFnya di sini.

2 thoughts on “Dengan Jaringan Inherent DIKTI, Penyebaran dan Penggunaan GNU/Linux FOSS Lebih cepat dan Merata di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s