Sejarah Indonesia Ke Dalam Dunia Sinetron, Animasi, Komik, dan Perfilman/Drama


Abis mandi, segar banget😀

Tadi pagi ampe sore di kampus ngerjain tugas kuliah (kelompok) untuk pembuatan sebuah paper. Perpustakaan Umum ITB memang memberikan fasilitas yang menyenangkan bagi kami, anak-anak magister Informatika, untuk membuat tugas dan juga numpang tidur klo perlu😀

Saatnya online dan menhubungkan diri ke salah satu gudang film di dunia maya. Hm, banyak juga film dan drama, dalam dan luar negeri, yang bagus. Bukan hanya buatan tahun 2010, bahkan yang jadul juga ada😀

Seperti biasa, gw paling doyan dengan film – film Mandarin. Bukan apa – apa, film buatan China ini memang patut diacungi jempol. Kebanyakan mengangkat kembali kisah heroik para leluhur mereka zaman dinasti ke dalam bentuk film dan drama, dengan kemasan teknologi perfilman yang tidak kalah menarik dengan buatan Hollywood, didkung juga dengan para aktor/aktris yang bisa memarankan peran mereka dengan baik, dan yang paling lucu nih, pada kebanyakan film yang berkisah perang atau kerajaan (dinasti), pasti ada saja adegan dimana ribuan tentara berbaris atau bertempur. Entah mereka benar – benar makek figuran dalam jumlah banyak ataukah menggunakan teknologi untuk memanipulasi jumlah menjadi banyak (bisa saja, 100 pemeran prajurit diduplikasi seolah – olah menjadi ribuan prajurit😀 ).

But all its great😀

Ambil saja misalkan film Confucious. Film yang mengambil kisah sejarah tokoh Cina Kuno bernama Confucious ini benar – benar diolah dengan kemasan yang menarik, baik dari segi jalan (alur) cerita, para aktor dan aktris, lokasi syuting, adegan demi adegan, dll. Gw bukan orang perfilman, tapi sebagai seorang penggemar film, terutama kisah heroik, gw acungi jempol nih😀

Masih banyak lagi kok film – film mandarin buatan China yang keren – keren. Curse of Golden Flower (berlatar zaman Dinasti Tang), The Last Emperor (berlatar jaman kekaisaran terakhir China tahun 1912, Pu Yi. Btw nih film jadul pisan euy, dibuatnya tahun 1980-an, abdi mah masih makek popok kali😀 ), dll. Atau San Gu Yan Yi 2010, remake versi 1994. Kisah yang diangkat zaman 3 negara sekitar tahun 200 M.

Gw jadi berpikir, apakah Indonesia tidak bisa membuat hal serupa? Maksud gw, membuat film dan drama/sinetron yang berlatar sejarah dengan kemasan yang menarik.

Ada beberapa point yang mau gw sampaikan :
1.) China memiliki jumlah penduduk yang begitu besar, terpadat di dunia, sampai – sampai pemerintahnya membuat undang – undang, dimana setiap keluarga harus memiliki 1 anak saja (mudah – mudahan di Indonesia tidak ada hukum seperti ini😀 ). Dengan jumlah penduduk sebesar ini, membuat film kolosal tentu bukan hal yang sulit, dalam artian pengadaan pemeran/figuran untuk dijadikan prajurit/tentara, rakyat, budak, kasim, dll, yang biasanya di film – film kolosal begitu berlimpah dan banyak.
Indonesia?
Of course, we have too😀
Mau bikin film sejarah, misal Perang Bubat (penaklukan gajah Mada dari Majapahit terhadap kerajaan Sunda galuh di Jawa Barat), untuk peran prajurit, rakyat, mungkin budak klo ada, bisa menggunakan figuran yang berlimpah ruah tuh😀 Cukup buka lowongan saja, pasti banyak yang daftar, dengan upah sekali syuting sekitar 50-100 ribu plus konsumsi, toh juga figuran😀
Pemeran utama? Begitu banyak klo mau, mungkin perlu seleksi ketat agar pemeran – pemeran utama tersebut bisa benar – benar pas, dari segi fisik, tampang, penjiwaan, sesuai tokoh yang diperankan🙂

2.) China banyak mengambil kisah – kisah sejarah mereka, yang berasal dari catatan kuno jaman dinasti maupun catatan sejarah saat kolonialisme barat dan Jepang, lalu mengemasnya dengan baik dalam sebuah film atau drama. Memang patut diakui, sejarah China adalah salah satu sejarah tertua di dunia, demikian juga dengan kebudayaan mereka.
Indonesia?
Banyak kok, mulai dari catatan di lontar, catatan kolonialisme, cerita rakyat/legenda, dll. Termasuk juga kisah kepahlawanan Indonesia, baik jaman Portugis, VOC/Belanda, Inggris, Jepang, maupun jaman setelah kemerdekaan, termasuk juga pemberontakan pemberontakan. Bahkan, menurut gw, sisi positifnya juga banyak, antara lain mengajarkan generasi muda untuk tidak melupakan sejarah bangsa🙂
Hal yang miris dimana banyak yang tidak peduli dengan sejarah bangsa Indonesia, sejarah mereka sendiri. Dan ironisnya lagi, banyak yang mengubah sejarah (history) menjadi his-story alias sejarah yang dipalsukan untuk kepentingan rezim atau pribadi mereka.
Di sinilah peran kita membangkitkan lagi sejarah ini untuk generasi muda agar menjadi tuan di negeri sendiri, syukur – syukur jika terkenal di luar negeri layaknya sejarah Cina dan Jepang😀
Bahkan, penulis kenamaan Indonesia, Bapak Langit Kresna Hariadi, mengangkat kisah sejarah Indonesia, ke dalam buku cerita berseri.

3.) Gw sempat berpikir, selain membuat film dan drama versi manusia (maksudnya diperankan oleh manusia😀 ), bagus juga jika membuat versi animasi, misal kisah Mulan yang diangkat oleh walt Disney (jaman gw kecil dulu😀 ), atau lainnya. ga bakalan kalah deh ama kisah Upin Ipin milik Malaysh*t😀
Potensi animator – animator Indonesia?
Jangan diragukan lagi😀 Banyak yang berbakat, hanya saja belum banyak yang menyadari dan mengambil mereka untuk dipekerjakan, bahkan bidang bisnis animasi ini saja masih sedikit. Untuk sistem operasi dan aplikasi, tidak harus menggunakan sistem operasi dan aplikasi komersil yang memakan biaya mahal. Linux dan FOSS (Free and Open Source Software) memberikan banyak solusi, bahkan dunia Barat yang sudah maju dan kuat secara ekonomi pun menggunakannya🙂

4.) Komik?
Hal ini terlintas juga di pikiran gw saat ngetik blog ini. Dewasa ini, komik buatan Jepang membanjiri pasar Indonesia, meski ada juga komik – komik buatan lokal (Indonesia). Apakah komik – komik Indonesia tidak bagus? Gak kok😀
Banyak kisah yang bisa diangkat jika mau, baik cerita rakyat (Indonesia ada 33 propinsi, sangat berlimpah tuh kisah rakyat/daerah yang bisa diambil menjadi sebuah komik), sejarah, legenda, dll.
Para pembuat komik (komikus) Indonesia? Banyak kok yang bagus, jika saja ada yang mengambil mereka untuk dipekerjakan dengan baik, tentu mereka akan menghasilkan produk – produk komik inovatif dan menarik🙂
Ambil saja dari contoh blog ini yang mengangkat kisah sejarah kerajaan Singosari.

Dan masih banyak lagi🙂

Sebenarnya, apa lagi yang harus ditunggu?
Pasaran Indonesia, sudah jenuh disajikan film dan sinetron/drama horror dengan campuran esek – esek dan tema lain yang membosankan, kecuali beberapa yang memang benar benar bagus, ambil saja Laskar Pelangi, Ada Apa Dengan Cinta, dll.

Cover Buku Gajah Mada

Cover Buku Gajah Mada

Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien

4 thoughts on “Sejarah Indonesia Ke Dalam Dunia Sinetron, Animasi, Komik, dan Perfilman/Drama

  1. ide yang menarik, bangsa kita punya potensi tapi sayang potensi itu belum termanfaatkan dengan optimal. Kalau sekedar urusan film mah banyak kisah yang layak angkat, hampir tiap kerajaan di nusantara mempunyai kisah yang heroik…

    • Yup🙂

      Sayangnya, ada saja stasiun TV swasta yg menayangkan sinetron/film berlatar sejarah tp dgn setting jaman sekarang😆

      Perlu bgt nih insan perfilman mengangkat kisah2 sejarah dan cerita rakyat/legenda nusantara, jgn kalah ama China😀

      Mereka banyak bgt memproduksi kisah2 sejarah mereka ke dalam film dan film seri.

  2. Ahaa…..
    sangat di sesalkan !!!
    Pertama, hal-hal yang menjadi sejarah bangsa kita ini rupanya kurang menarik bagi para investor perfilman.
    Bagi mereka hanya film yang bersifat komersial saja yang menjadi targetnya.

    Kedua, bahan riset & materi sejarah bangsa ini sebagian besar sudah di kuasai oleh asing. Sehingga akan lebih sulit untuk memperolehnya.

    Cheers

    • Benar.
      Seperti itulah wajah dunia sinetron dan perfilman kita.
      makin ancur dengan film2 ga jelas, misalkan saja film2 bergenre horor.
      Padahal jika saja para industri perfilman lebih kreatif, bisa meniru cina dgn film dan sinetron mereka yg kebanyakan berlatar sejarah.

      Ttg sejarah indonesia sptnya tdk semuanya spt yg anda sebutkan tsb. Misalkan saja sejarah indonesia jaman kerajaan, baik hindu budha maupun islam dan jaman penjajahan, beberapa bisa diangkat ke bentuk film, atau remake ulang, spt misalkan film cut nyak din, yg di th 80-an meraih penghargaan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s