17
Sep
10

Setting Printer Epson LX 300 di Linux (Studi Kasus IGOS Nusantara 2009)


Seperti biasa, setiap gw selesai melakukan suatu hal, dlm artian eksperimen, sama bantu bantu juga sih, gw selalu mendokumentasikan, agar kelak gw ga lupa, maklum daya ingat lemah πŸ˜€ Selain itu, sapa tau bisa membantu orang lain dengan permasalahan serupa. Dalam kasus ini, orang yang gw bantu adalah client yang menggunakan sistem inventori dan kasir (engine PHP Point Of Sale), menggunakan sistem operasi Linux IGOS Nusantara 2009 dan printer jadul Epson LX 300.

Epson LX 300

Epson LX 300


Pertama kali melihat nih printer gw rada gimana gitu, nih printer udah sekarat abis πŸ˜€ Tapi kan ga enak ama client, mungkin mereka belum ada dana untuk pengadaan printer baru setelah pembelian perangkat lunak dan jasa inventori-kasir yang gw tawarkan kemarin, atau mungkin juga memanfaatkan barang yang masih bisa dimanfaatkan πŸ˜€

OK, kita mulai.

Pertama, colokin port printer ke komputer (tipe Epson LX 300 ini tidak menggunakan USB), hidupkan komputer dan login IGOS di dalamnya.
Kemudian pilih menu System –> Administrasi –> Mencetak. Setelah muncul kotak dialog, pilih New –> Printer. Masukkan password root jika diminta. Kemudian untuk Select Device pilih LPT#1 karena seperti yang gw bilang tadi, printer jadul ini tipe paralel port.

Select Device

Select Device

Kemudian kita coba handalkan sejauh mana kemampuan distro IGOS Nusantara 2009 di databasenya menyimpan driver untuk berbagai printer yang ada, jadi pilih opsi Select Printer From Database. Pilih Epson –> Forward. Lalu pilih Dot Matrix –> Pilih foomatic mid, lalu Forward dan Apply.

Memilih Driver Dari Database IGOS Nusantara

Memilih Driver Dari Database IGOS Nusantara

Foomatic

Foomatic

Dot Matrix

Dot Matrix

Kini saatnya tes print/page. Jika sukses, maka hasil print akan dicetak di kertas. Jika gagal, coba ulangi lagi, sapa tau printernya yang belum dihidupkan πŸ˜€

Default printer

Default printer

Print test page

Print test page

Lalu coba tes print halaman lainnya, misal dalam kasus ini mencoba memprint nota pembelian langsung dari sistem inventori dan kasir PHP Point Of Sale.

Laporan penjualan kasir

Laporan penjualan kasir

Print penjualan kasir

Print penjualan kasir

Selesai πŸ™‚

Btw, dengan menggunakan sistem operasi Linux dan FOSS, bukan menjadi kendala bagi para pegawai dalam menggunakannnya πŸ˜€

Karyawati menggunakan IGN 2009

Karyawati menggunakan IGN 2009

Dan melalui artikel ini gw salut dengan potensi SDM Indonesia yang mampu menciptakan sistem operasi Linux yang bisa dihandalkan, ga kalah ama distro2 lainnya.

Keep use linux and FOSS πŸ™‚

Iklan

15 Responses to “Setting Printer Epson LX 300 di Linux (Studi Kasus IGOS Nusantara 2009)”


  1. September 18, 2010 pukul 6:04 am

    sip bro… Untk ukuran kertas gmn? Ada kendala tdk.
    Masuk kotak lx300-nya.

  2. 2 bytescode
    September 20, 2010 pukul 1:19 am

    Sejauh ini sih nyaman gan. Kertasnya A4 standar, masuk kok ke kotak kertasnya si jadul Epson LX-300, katanya si pemilik toko tsb, he2 πŸ˜€

  3. September 21, 2010 pukul 5:16 am

    mantap kakak, btw kalau install printer hp p1006 di IGN2010 gimana yah…. ??

  4. Oktober 5, 2010 pukul 10:08 am

    wah mantep!!
    boleh donk share tutorial installasi PHPPOS

  5. 7 bencong kampung kali
    Juni 16, 2011 pukul 8:54 am

    wkwkwkwk, coba aja kalo ngeprint kertas ukuran custom, ga bakal bisa.

    • Juni 29, 2011 pukul 3:02 pm

      ane coba pake ukuran 3 inc, sampe jelek utak-atik. 😦 kendalanya lx-300 tidak mau berhenti ketika halaman sudah di print. jadi kertas akan di-roll terus.

      ane pake ubuntu 10.4

      • 9 bytescode
        Juli 28, 2011 pukul 6:16 am

        memang agak sedikit susah untuk otomasi spt itu di printer jadul. poin utama tulisan hanya untuk membantu teman2 dalam menggunakan printer jadul tsb tanpa harus menginstall driver lagi.

      • Juli 28, 2011 pukul 9:20 am

        @bytescode : eit…. mau meluruskan untuk printer lx masih ada yang baru yaitu lx-800 II jadi bukan jadul bro, :p

      • 11 bytescode
        Juli 30, 2011 pukul 7:24 am

        wah ada yg lebih jadul lagi ternyata hehe πŸ˜€

        sip bro, makasih infonya πŸ™‚

        jadul2 gini sih masih bisa dipakek di linux πŸ˜€

        itulah enaknya linux, sementara pengguna windows malah sibuk cari drivernya untuk printer ini.

  6. Juli 28, 2011 pukul 9:22 am

    @bytescode : dan kebetulan yang ane pake unutk ngeprint dan nge-roll adalah lx-800 II

  7. Agustus 23, 2011 pukul 3:20 am

    Mas mau tanya donk, saya pake PHPPOS, kemudian pake linux juga, mau ngeprint di kertas kasir gitu, ukuran 7.5inchi mungkin, nah kenapa yah sebelum dan sesudah ngeprint selalu ada ruang kosong sekitar 20cm?
    Terima kasiih mas..

  8. September 16, 2012 pukul 3:24 pm

    My partner and I stumbled over here different website
    and thought I should check things out. I like what I see so i am just following
    you. Look forward to looking over your web page for a second time.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s








GNU Linux

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 82 pengikut lainnya

Arsip

Info Anda

Statistik Blog

  • 200,807 kunjungan

%d blogger menyukai ini: