Distro Boleh Lawas, Browser Tetap Upgrade


Hm, tulisan ini hanya ingin sedikit berbagi kisah kepada para pembaca mengenai pengalaman saya. Meski saat ini distro yang saya pakai (Fedora) telah rilis ke versi 11, namun saya tetap setia menggunakan versi 8. Hal ini disebabkan 2 alasan berikut :
1. Versi 8 Fedora telah stabil dengan mesin (PC) saya.
2. Ketersediaan repositori telah lengkap dan telah saya letakkan secara lokal (/var/www/html/repo) sehingga bisa diakses secara lokal (localhost) bahkan oleh rekan lainnya dalam satu jaringan lokal di kosan via alamat IP (lebih simpel dan sederhana ketimbang membuatkan DNS, dimana client harus mencantumkan alamat DNS server segala😀 ). Adapun file repositori ini diperoleh dari bonus Info Linux, lupa edisi berapa😀 , beserta iso Fedora 8 itu sendiri.

Meski demikian, tentu saja ada beberapa hal yang harus saya terima sebagai seorang pengguna versi lawas suatu distro, antara lain :
1. File system yang saya pakai masih ext3. Pengen sih memakai ext4 di PC pribadi. Kemarin sudah mencoba ext4 di PC lab untuk praktikum para mahasiswa-mahasiswi via Ubuntu Jaunty. Lumayan juga, bootnya cepat😀
2. Keberadaan aplikasi-aplikasi di dalamnya yang masih lama, misal Open Office, downloader, GIMP, bahkan Mozilla Firefox sebagai kendaraan saya dalam berselancar di dunia maya😦
3. Karena saya menggunakan KDE sebagai DE, maka tentu saja masih menggunakan KDE versi 3.
kde3

Untuk itu, saya coba melakukan upgrade browser, selain melihat teman yang telah mencobanya sendiri. Hm, jadi pengen nih mencicipi Mozilla 3.5.3😀
Maka saya pun segera meluncur ke TKP (menggunakan Mozilla versi 2), mendowload file paket dari Mozilla 3.5.3, kemudian menyimpannya di desktop, lalu mengekstraknya.
Kini langkah selanjutnya cukup sederhana. Uninstall dulu si Mozilla versi uzur (via yum remove di terminal/konsole atau via add and remove program). Tentunya Mozilla harus dimatikan dulu, jangan dibuka😀 Setelah proses uninstall selesai, kemudian shortcut Mozilla versi sebelumnya yang masih tersisa di desktop, saya klik kanan dan saya ubah informasinya pada bagian command (klik kanan, properties, application, command).
Gantikan info pada kolom Command dengan /home/8yt35c0d3/Desktop/firefox/firefox, lalu klik OK.
command

Kini klik lagi shortcut Mozilla itu, dan seharusnya anda akan menikmati Mozila versi 3.5.3, bukan lagi Mozilla versi 2 bawaan Fedora 8.
Cek ajah di versinya, pasti berubah ke versi yg baru🙂
baru

Menurut saya sih, versi yang baru ini lebih ringan, lebih fresh, dan bagus.🙂
Namun secara keseluruhan, belum banyak fitur yang saya jelajahi pada Firefox versi ini.
mozilla 3.5.3

Lebih lanjut, untuk manual dan info lainnya, silahkan kunjungi situsnya di sini Saya juga memperoleh info update dari sana🙂 Dokumentasinya lengkap dan sangat membantu.

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

3 thoughts on “Distro Boleh Lawas, Browser Tetap Upgrade

  1. IMO, hanya distro sejenis slackware (ini karena memang paketnya generik, kan) dan gentoo (bisa make versi branding dari gentoo dengan patching yang lumayan mutakhir) yang sering update/upgrade versi peramban, mis. firefox. walau versi distro masi lawas.

    khusus di gentoo, walau distro versi lama, tapi paket-2 aplikasi bisa make yang termutakhir.🙂

  2. @Dani :
    Artikel ini dari pengalaman saya di Fedora 8 yg (masih) saya pakai. Mungkin kesimpulan saya terlalu terburu-buru yah😦
    Makasih atas infonya boz🙂

    @Wirawan :
    Ane juga makek Opera kok gan di Fedora 8. Kadang via Opera, kadang di Mozilla😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s