Linux Hijau Untuk Pelestarian Alam


Bukan Saja material berwujud yang dapat dihijaukan, namun juga piranti digital yang tidak berwujud.

Sejak Bulan januari lalu, Linux secara resmi bergabung dalam proyek penghijauan. Proyek penghijauan ini dimaksudkan untuk mengurangi daya yang digunakan oleh komputer, yang akan berpengaruh dalam penghematan energi yang pada akhirnya akan meminimalisir sumber daya alam.

Seberapa Boros?

Sebuah server Linux menelan listrik sebesar 225 watt. hal ini berarti jutaan server Linux di dunia, yang memegang 27% saham pasar, bertanggung jawab untuk 5 juta ton polusi karbon setiap harinya. Springboard Reserach juga melaporkan bahwa server dengan ukuran standar menghasilkan polusi karbon sama seperti kendaraan beroda empat ukuran sedang.

Linus Torvalds, pengembang dari kernel Linux, mengakui bahwa sistem operasi ini berada di bawah standar manajemen energi dan software diagnosa energi. Untuk memperbaiki hal ini, maka komunitas Linux membentuk suatu organisasi yang dinamakan Green Linux Initiative. Organisasi ini memberikan fasilitas kolaborasi bagi pengembang kernel, pembuat hardware, distributor, hingga pengguna untuk mendiskusikan bagaimana membuat Linux lebih hemat energi.

Green Linux Initiative dari Linux Foundation

Linux Foundation dibentuk pada tahun 2007 dari penggabungan Open Source Development labs dan Free Standars GroupGreen. Linux Initiative bervisi untuk memberikan kegunaan-kegunaan spesifik dari proyek-proyeknya.

Pada telepon genggam dan laptop, Linux yang lebih hijau berarti meningkatkan performansi dan daya tahan baterei. desktop dan server mendapatkan kegunaan berupa penurunan biaya operasi.

Dan pada ruang keluarga, sistem operasi yang lebih hijau tentu akan meminimalisir panas yang keluar dari komputer yang otomatis akan menurunkan volume kebisingan kipas.

Organisasi ini telah membuat kemajuan pada banyak proyek seperti penerapan tickless kernel dan PowerTOP. Direktur marketing Linux Foundation, Amanda McPherson, berkaa bahwa komunitas Linux telah menunjukkan usaha mengagumkan dalam tahun-tahun terakhir ini.

Big Green Linux

Proyek ini dieksekusi pada Agustus 2007 dengan proposal Linux sebagai cara untuk menghemat biaya dan energi dengan membuat pusat data yang lebih sejuk.

Proyek ini adalah salah satu anak proyek Project Big Green, yang memiliki tujuan lebih luas yaitu pengurangan konsumsi energi pada pusat data, server, hingga kliennya.

walaupun jarang membuat penemuan, Big Green Linux telah mengimprovisasikan pusat data hingga lebih hemat dan menginspirasikan komunitas Linux secara keseluruhan untuk mengembangkan faktor penghijauan.

Selain Green Linux Initiative, ada juga usaha-usaha penghijauan Linux yang didukung oleh vendor-vendor hardware seperti IBM dan Intel. IBM mencanangkan Linux ACPI sementara Intel mengeksekusi Lesswatts.org

Lesswatts.org

Bertujuan untuk menjembatani jurang perkembangan antara hardware-hardware dan software. Website ini berisi proyek-proyek yang bertujuan untuk mengimprovisasikan pemakaian energi agar lingkungan lebih bersih dan perusahaan-perusahaan dapat menghemat pengeluaran di bidang IT.

Usaha Intel ini sebenarnya untuk mengimbangi kemajuanIntel dalam penghijauan yang sebagian besar lebih ke arah hardware daripada softwatre. Contohnya saja pada improvisasi dalam alokasi energiprosesor mobile centrino dan usaha Intel untuk mengimplementasikan teknologi ini pada tingkat server.

Linux ACPI

proyek yang sekarang menjadi pusat perhatian adalah Linux ACPI (Advanced Configuration and Power Interface) yang dicanangkan oleh Intel. ACPI adalah sebuah layer abstrak di antara sistem operasi dan plattform yang berguna untuk mengontrol daya yang digunakan.

layer abstrak ini memungkinkan sistem operasi dan plattform untuk merevolusi secara terpisah. Tidak hanya sistem operasi dapat menjalankan hardware lama, ACPI juga berusaha agar sistem oeprasi lama dapat menjalankan hardware baru. ACPI ini sudah mensupport volume i386, x86_64, dan ia64 sejak tahun 1999.

Implementasi Linux ACPI berdasarkan dari ACPICA (ACPI Component Architecture) dan AML (ACPI Machine Language) yang disatukan pada kernel Linux itu sendiri. Sistem ini sedang dirancang dan diharapkan dapat meminimalkan penggunaan energi dan efektifitas Linux untuk jangka panjang.

Sayangnya, proyek ACPI ini memiliki banyak hambatan karena ACPI berhubungan dengan BIOS yang seringnya dibuat asal-asalan yang mengakibatkan konfiguarsi setiap BIOS tidak memiliki standar yang bisa dijadikan patokan. Sistem yang telah diuji coba menunjukkan prosesor hanya beristirahat kurang dari 1 milidetik per detiknya. Problem lainnya adalah hardware timer. Pada arsitektur i386, timer dibuat pada ACPI lokal (LAPIC) yaitu prosesor. Hal ini mengakibatkan mengistirahatkan prosesor akan menghentikan waktu LAPIC, seperti mematikan alarm sebelum tidur. PIT (Programmable Interval Timer) tetap berjalan dan mudah untuk diakses, namun memiliki waktu berjalan maksimum 27 milidetik. Untuk mengatasinya, HPET (Hight Precisison Event Timer) mungkin dapat menjadi solusi agar dapat mengistirahatkan prosesor sebanyak 56 milidetik tiap detiknya, namun mendapatkan akses ke HPET masih belum ditemukan.

Sumber :

Majalah Computing Channel (free) edisi perdana Juli 2008.

*Bisa didapatkan di :
Perpustakaan IT Telkom Bandung
ComLabz ITB
XL Center Braga City Walk
XL Center RE Martadinata
Starbucks Bandung Super Mall

http://www.computingchannel.co.id

Artikel ini juga sudah diposting di http://www.imtelkom.ac.id

One thought on “Linux Hijau Untuk Pelestarian Alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s