Catatan Bytescode
apa yang ada di pikiranku, apa yang ku dapat di belantara internet……..

Simple Computing


Tulisan dari salah satu rekan di Riung IGOS Center Bandung :D

Pemodelan yang baik untuk memajukan dan memasyarakatkan linux dan open source adalah keseimbangan faktor ABG (Academic, Business, and Goverment), termasuk kerja sama yang baik antar ketiganya.

Terutama jika dikaitkan bahwa di daerah2 masih banyak yang terkendala, bukan saja internet, tapi juga pasokan listrik dan SDM yg handal, yang sama pentingnya dalam komputerisasi.

Sumber :

http://riung.igoscenter.org/simple-computing-from-tenggarong

Ane copas aja yah isinya di sini :)

Simple Computing from Tenggarong
Posted by: kocil | October 6, 2010 |

Senin lalu, saya diundang jadi nara sumber soal migrasi ke open source di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Bangga juga bisa cerita apa itu hebatnya open source, dihadapan para pegawai dan pejabat daerah. Sampai ketika makan siang, ada seorang pegawai menyela, “Para akademisi itu sebaiknya turun dulu ke daerah, baru cerita”.

Secara teori, TIK untuk pemerintahan itu oke, namun sulit untuk diimplemantasikan di daerah. Dia beri contoh kasus SIN (single identity number). Kebijakan dari pusat sudah ada, biaya ada, namun karena yang merancang tidak tahu kondisi daerah, tak bisa jalan di daerah. Pertama, untuk memasng SIAK itu ternyata harus pasang komputer dengan sistem operasi Windows, database Oracle, dan WebLogic webserver. Mahal, dan berapa persen orang daerah yang bisa memasangnya ?

Kedua, untuk membuat SIN setiap penduduk harus di-scan sidik jarinya. Bagaimana mau dijalankan di pedalaman Kalimantan ? kalau mau jemput bola, komputernya harus naik perahu ke pedalaman,
dan nanti sampai sana harus pakai genset. Kalau dibalik, berapa ribu orang harus naik perahu ke kabupaten ?

Lalu, ketika masalah ini saja belum terjawab, sekarang sudah ada wacana memakai RF-Id untuk KTP. Apa gunanya RF-Id untuk sebagian besar rakyat Indonesia ?

Saya jadi tersadar, ada yang hilang dengan model ABG (Academic, Business, Goverment) guna memajukan open source selama ini. Motivasi pemerintah yang dikampanyekan selama ini adalah murah dan legal. Sementara itu pebisnis mendukukung open source, nampaknya hanya agar bisa dekat dengan politisi atau mencari kendaraan untuk akhirnya bisa menjual apa saja. Akademisi, yang polos dan sok idealis, ingin yang menantang. Makanya terlontar berbagai ide open source yang cutting edge dari single identity number hingga open document format, dari grid dan cloud computing, hingga next generation computing. Hal yang terlewat adalah, rakyat yang melaksanakan sebenarnya hanya ingin ingin simple computing.

About these ads

Belum Ada Tanggapan to “Simple Computing”

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: